5 Strategi Menjual Rumah Online Agar Cepat Laku - Mortgage Master Blog

5 Strategi Menjual Rumah Online Agar Cepat Laku


- by Tamara Putri
Cara Jual Rumah.jpg

Menjual rumah kini tidak hanya bisa dilakukan secara offline alias tradisional. Dengan perkembangan teknologi yang pesat selama dua dekade terakhir, banyak cara baru yang muncul untuk mempermudah hidup kita. Salah satunya adalah cara menjual rumah secara online alias digital.

Cara-cara lama untuk menjual rumah, mulai dari menyebar brosur dan pamflet, menyewa jasa broker, pasang spanduk, sampai strategi pemasaran mulut ke mulut, kini semakin ditinggalkan. Penjual rumah kini beralih ke cara-cara yang lebih cerdas dan lebih hemat dalam menjual rumah, yakni dengan memanfaatkan media online.

Meski demikian, menjual rumah secara online juga bukannya tanpa tantangan. Pertama, ada banyak orang yang melakukan cara ini untuk menjual hunian mereka, jadi persaingannya sangat ketat. Jika kita tidak melakukan hal yang berbeda atau unik, maka jangan kaget jika rumah tak kunjung terjual dalam waktu lama.

Kedua, tidak semua orang memahami atau bahkan familiar dengan platform jual beli rumah online. Patut dicatat bahwa ada banyak cara dan saluran dalam berjualan rumah online. Jika kita tidak memahami masing-masing saluran tersebut dengan baik, maka akan sulit bagi kita untuk menemukan saluran yang paling tepat untuk kita gunakan. Akibatnya, penjualan rumah pun kurang maksimal.

Berdasarkan dua tantangan utama tadi, jelas bahwa dibutuhkan strategi untuk menjual rumah secara online demi mendapatkan hasil yang optimal. Namun sebelum itu, mari kita pahami dulu cara-cara serta saluran online yang tersedia untuk menjual rumah.

Saluran atau channel online untuk menjual rumah

Berdasarkan biaya pemasarannya, saluran atau channel online untuk menjual properti dibagi ke dalam dua jenis, yaitu saluran organik dan saluran berbayar. Berikut ini masing-masing penjelasannya.

1. Saluran organik

Saluran organik bisa juga kita sebut sebagai saluran gratis atau tidak berbayar. Jadi kita tidak perlu mengeluarkan biaya apapun jika kita memasarkan rumah kita di saluran-saluran ini. Contoh saluran organik dalam jual beli rumah online, di antaranya website marketplace properti, sosial media, situs forum atau komunitas, sampai media berbagi pesan instan, seperti WhatsApp, Telegram, dan sejenisnya.

2. Saluran berbayar

Saluran yang kedua adalah saluran berbayar. Sesuai namanya, Anda perlu mengeluarkan biaya tertentu untuk menggunakan saluran jenis ini. Saluran berbayar di dunia online kerap disebut juga sebagai digital ads atau iklan digital.

Cara kerjanya kurang lebih sama dengan iklan di media pada umumnya, yaitu Anda perlu membayar sejumlah uang untuk mendapatkan spot atau tempat di suatu platform demi memunculkan iklan rumah Anda.

Bedanya, dengan menggunakan iklan digital, Anda dapat menyesuaikan target iklan Anda dengan target pasar yang Anda inginkan. Jadi tidak semua orang akan melihat iklan tersebut, sehingga calon pembeli yang Anda dapatkan pun umumnya lebih berkualitas ketimbang memasang iklan di media-media tradisional. Selain itu, biayanya pun jauh lebih murah karena bisa Anda sesuaikan sendiri dengan bujet.

Contoh saluran berbayar online yang bisa Anda gunakan untuk menjual rumah, di antaranya Google, sosial media, dan situs-situs online properti yang menawarkan ruang untuk pemasang iklan digital di website mereka.

Strategi menjual rumah online

Jika sudah memahami jenis-jenis channel penjualan online, kini Anda bisa menetapkan strategi penjualan rumah dengan lebih baik. Berikut ini sejumlah tips yang bisa Anda terapkan demi mendapatkan hasil penjualan rumah yang optimal.

1. Pasarkan rumah di saluran organik sebanyak-banyaknya

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Anda tak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun untuk memasarkan rumah Anda di saluran organik digital. Oleh karena itu, manfaatkan channel ini senaik-baiknya demi menjaring calon pembeli sebanyak-banyaknya.

Pasang iklan penjualan rumah Anda di berbagai platform digital, mulai dari situs jual beli rumah atau marketplace, sosial media, sampai aplikasi berbagi pesan instan. Manfaatkan sebanyak mungkin situs jual beli rumah untuk memperluas jangkauan pemasaran Anda.

Terapkan hal yang serupa untuk jejaring sosial Anda dengan mem-posting iklan rumah Anda di Facebook, Instagram, Twitter, sampai TikTok. Eksplorasi juga forum-forum komunitas yang ada untuk berbagi info ini. Terakhir, jangan lupa untuk membagikannya di berbagai grup chat yang Anda ikuti.

2. Tampilkan foto rumah semenarik mungkin

Salah satu poin kunci untuk memikat calon pembeli rumah adalah menampilkan foto rumah semenarik mungkin. Karena calon pembeli hanya bisa menilai rumah Anda dari foto online, hal ini sangat krusial bagi keberhasilan penjualan Anda.

Jika memungkinkan, sewa jasa fotografer profesional atau kenalan yang mahir fotografi untuk melakukan hal ini. Bersihkan dan percantik rumah sebelum sesi foto, lalu pilih bagian-bagian rumah yang menurut Anda paling menarik untuk dipamerkan dalam iklan rumah Anda. Ini akan memperbesar peluang Anda dalam mendapatkan calon pembeli potensial.

3. Gunakan saluran berbayar dengan bijak

Strategi jual rumah.jpg

Ketika menjual rumah online, saluran berbayar tetap perlu Anda pertimbangkan untuk mengoptimalkan hasil penjualan rumah. Tak perlu menggunakan semua saluran yang tersedia, cukup pilih satu atau dua channel yang menurut Anda paling ekonomis tapi bisa memberikan hasil yang optimal.

Tiga hal yang sangat penting Anda pikirkan ketika memilih saluran berbayar adalah bujet, target pasar, dan tujuan atau objektif iklan Anda. Ketiga hal ini akan mempengaruhi keberhasilan iklan Anda dalam menjaring calon pembeli yang berkualitas.

4. Selalu online dan responsif

Salah satu keuntungan yang kita dapatkan di era digital adalah segala hal menjadi lebih mudah dan cepat. Ini juga yang diharapkan oleh para pembeli rumah saat ini. Mereka ingin membeli rumah terbaik dengan senyaman, semudah, dan secepat mungkin.

Oleh karena itu, ketika kita menjual rumah online, pastikan bahwa kita dapat dihubungi setiap saat dan mampu merespon semua pertanyaan calon pembeli dengan cepat. Pasalnya, penjual rumah bukan hanya kita. Jika untuk membalas pesan saja kita tidak bisa diandalkan, maka jangan salahkan calon pembeli jika mereka lari ke penjual rumah yang lain.

5. Selalu siap ketika calon pembeli ingin survei langsung

Jika kita bisa meyakinkan calon pembeli secara online, maka mereka pun akan meminta untuk survei atau mendatangi langsung rumah Anda. Pada tahap ini, pastikan bahwa Anda selalu siap sedia dan bisa mengakomodasi permintaan tersebut.

Sebisa mungkin, jangan meminta atau menetapkan tanggal survei sesuai jadwal Anda, tapi biarkan calon pembeli Anda yang memilih. Dengan begitu mereka akan merasa lebih nyaman dan tidak diburu-buru.

Itulah tadi lima strategi menjual rumah online agar cepat laku. Semoga dengan menerapkan strategi ini, Anda dapat meraup hasil yang optimal dan cuan yang berlimpah dari penjualan rumah Anda. Selamat mencoba!

Posted in Rumah dan Properti on May 25, 2023