Kredit dengan Agunan: Definisi, Jenis, dan Keunggulannya - Mortgage Master Blog

Kredit dengan Agunan: Definisi, Jenis, dan Keunggulannya


- by Admin Person
kredit-dengan-agunan.jpg

Kredit atau pinjaman merupakan produk pembiayaan dari bank atau lembaga keuangan yang ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan tambahan dana segar. Tujuan penggunaan kredit bisa bermacam-macam, mulai dari untuk memenuhi kebutuhan konsumtif sampai dengan menambah modal usaha.

Dengan tujuan yang berbeda-beda, tak heran kalau jenis kredit yang tersedia di pasaran pun variannya bermacam-macam. Kita bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Jika ingin membeli rumah bisa pilih kredit rumah atau KPR, membeli mobil bisa pilih kredit kendaraan bermotor atau KKB, dan seterusnya.

Selain bisa dibedakan dari tujuan penggunaannya, jenis kredit juga bisa dibedakan dari tipe jaminan atau agunannya. Untuk kategori yang satu ini, erat kaitannya dengan aset berharga yang kita miliki.

Jenis kredit berdasarkan agunannya

Berdasarkan agunannya, kredit bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kredit dengan agunan dan kredit tanpa agunan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1992 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan, agunan adalah jaminan tambahan yang diserahkan nasabah debitur kepada bank dalam rangka pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip Syariah.

Dengan demikian, kredit dengan agunan artinya pinjaman atau pembiayaan bank yang mensyaratkan debitur untuk menjaminkan suatu aset berharga miliknya kepada bank. Aset ini akan menjadi jaminan debitur untuk melunasi utangnya kepada bank. Jika debitur gagal melunasi utang tersebut, maka bank berhak mengambil alih aset yang dijaminkan tadi.

Sementara itu, kredit tanpa agunan adalah produk pembiayaan bank yang tidak membutuhkan jaminan sebagai syarat pencairan kredit. Jadi kita tak perlu memiliki aset berharga untuk mendapatkan kredit jenis ini dari bank, selama kita memenuhi syarat administratif.

Kredit tanpa agunan atau yang lebih dikenal dengan istilah KTA merupakan salah satu produk pinjaman paling populer di Indonesia. Selain karena persyaratannya mudah dan proses pencairannya yang cepat, KTA dapat digunakan untuk kebutuhan apapun, mulai dari liburan, beli gadget baru, sampai untuk modal usaha.

Jenis-jenis kredit dengan agunan

Di Indonesia, terdapat sejumlah produk kredit dengan agunan yang ditawarkan oleh bank. Berikut ini di antaranya:

1. Kredit pemilikan rumah (KPR)

KPR merupakan salah satu jenis kredit yang membutuhkan agunan untuk pengajuannya. Dalam kredit ini, yang dijadikan agunan adalah rumah atau properti yang dibiayai dengan kredit tersebut.

Ketika kita membeli rumah dengan KPR, bank akan menyimpan surat dan sertifikat rumah milik kita sebagai jaminan sampai cicilan KPR lunas. Meski demikian, kita tetap bisa menempati rumah yang kita jaminkan selama cicilan KPR berjalan. Hanya saja, rumah tersebut belum sepenuhnya menjadi milik kita secara sah.

Setelah KPR lunas, barulah bank memberikan sertifikat dan dokumen-dokumen rumah yang asli kepada kita. Bank juga akan memberikan surat tanda pelunasan yang menjadi bukti bahwa kita telah melunasi KPR. Dokumen ini akan kita perlukan untuk mengurus roya atau penghapusan hak tanggungan di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

(Baca: Penting, Ini 4 Hal yang Perlu Dilakukan Setelah KPR Lunas)

2. Kredit kendaraan bermotor (KKB)

kredit-dengan-agunan-1.jpg

Sesuai namanya, KKB ditujukan untuk pembelian kendaraan bermotor. Sama seperti KPR, aset yang dijaminkan dalam kredit ini adalah kendaraan yang dibiayai oleh kredit tersebut. Jadi jika kita gagal melunasi pinjaman KKB, maka mobil atau motor kita akan disita oleh bank.

Cara kerjanya juga kurang lebih sama dengan KPR. Bank akan memegang BPKB asli (buku pemilikan kendaraan bermotor) sampai pinjaman lunas. Kendaraan yang dicicil tersebut juga masih bisa kita gunakan untuk aktivitas sehari-hari selama cicilan berjalan. Setelah pinjaman lunas, barulah bank akan mengembalikan BPKB kepada kita.

3. Kredit renovasi rumah

Tak hanya beli rumah, renovasi rumah juga bisa dibiayai dengan kredit bank. Nama produknya adalah kredit renovasi rumah. Kredit ini juga membutuhkan agunan dari debitur berupa rumah atau properti yang akan direnovasi.

4. Kredit multiguna

Kredit multiguna sering kali disalahartikan sebagai kredit beragunan. Padahal, kredit ini merujuk kepada tujuan penggunaannya, bukan tipe jaminannya. Kredit multiguna merupakan produk pembiayaan yang bisa digunakan untuk keperluan apapun. Jadi berbeda dengan KPR dan KKB yang tujuannya harus spesifik untuk membeli rumah dan kendaraan, kredit multiguna dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan debitur.

Meski demikian, sama dengan KPR dan KKB, kredit multiguna membutuhkan agunan dari debitur agar bank mau menyetujui permohonan kredit. Aset yang bisa diagunkan dalam kredit ini bisa berbentuk apapun, selama nilainya setara dengan nilai pinjaman yang diajukan, mulai dari properti, kendaraan, sampai emas dan perusahaan.

(Baca: Mengenal Agunan untuk Pengajuan Kredit dan Pinjaman Bank)

Keunggulan kredit dengan agunan

Jika dibandingkan dengan KTA, kredit beragunan memiliki sejumlah keunggulan. Berikut ini di antaranya:

1. Plafon lebih besar

Karena ada aset berharga yang dijaminkan, kredit beragunan umumnya menyediakan plafon yang jauh lebih besar ketimbang KTA. Sejumlah kredit dengan agunan menawarkan plafon hingga puluhan miliar, sementara KTA biasanya hanya menyediakan plafon maksimal puluhan juta.

2. Tenor lebih panjang

KTA biasanya hanya menyediakan tenor pinjaman paling lama lima tahun, sementara kredit dengan agunan bisa menawarkan tenor hingga 10 tahun tergantung kebijakan bank. Tenor lebih panjang artinya cicilan pun menjadi lebih kecil dan tentunya akan sangat meringankan beban keuangan kita tiap bulan.

3. Bunga lebih kompetitif

Kredit dengan agunan umumnya dinilai memiliki risiko lebih rendah ketimbang KTA. Kenapa? Karena jika nasabah kredit beragunan mengalami gagal bayar, bank masih bisa menyita aset yang dijaminkan oleh nasabah tersebut, sehingga kerugian pun bisa diminimalisir. Sementara untuk KTA, bank tidak memiliki jaminan apapun dari nasabah, sehingga risiko kerugian juga lebih besar.

Karena risikonya lebih rendah, umumnya bank juga menetapkan bunga yang lebih ringan untuk kredit dengan agunan daripada KTA. Meski proses dan persyaratannya lebih sulit, dalam jangka panjang, kredit beragunan membawa dampak yang lebih baik untuk keuangan kita.

Itulah tadi penjelasan soal kredit dengan agunan. Semoga dengan membaca artikel ini, Anda bisa memahami lebih baik soal kredit beragunan dan apa saja keunggulannya bagi kita.

Posted in KPR on Sep 15, 2022